Sabtu, 12 April 2014

Contoh proposal skripsi fakultas kesehatan masyarakat



ANALISIS PENYAKIT REMATIK DENGAN FAKTOR USIA LANJUT
DI DESA TABA PADANG KOL KECAMATAN HULU PALIK
KABUPATEN BENGKULU UTARA




PROPOSAL











Oleh :


TARMUJI RASUL
NPM 10010192P










UNIVERSITAS RATU SAMBAN BENGKULU UTARA
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
TAHUN 2013





BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Penyakit rematik (rheumatism) merupakan suatu kondisi yang menyakitkan, yang mengefek  berjutaan orang. terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik,antaranya adalah, osteoartritis, rheumatoid artritis, spondiloartritis, gout, lupuseritematosus sistemik, skleroderma, fibromialgia, dan lain-lain lagi. Penyakit ini menyebabkan inflamasi, kekakuan, pembengkakan, dan rasa sakit pada sendi, otot, tendon, ligamen, dan tulang. Berdasarkan penelitian oleh Centers for Disease Control and  revention, menunjukkan bahwa 33% (69.9 juta) daripada populasi Amerika Serikat mengeluhkan penyakit artritis atau penyakit sendi (Cush, J.J. dan Lipsky, P.E., 2005).
Penyakit rematik ini merupakan suatu sebab sering terjadinya keterbatasan aktivitas jika dibandingkan dengan penyakit jantung, kanker atau diabetes. Menurut Eustice (2007), berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (2007), 38% (17 juta) penderita penyakit rematik di Amerika Serikat mengeluhkan keterbatasan fungsi fisik akibat daripada
penyakitnya. Sementara, berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Qing, Y.Z., (2008) prevalensi nyeri rematik di beberapa negara asean adalah, 26.3% Bangladesh, 18.2% India, 23.6-31.3% Indonesia, 16.3% Filipina, dan 14.9% Vietnam. Dari data yang didapati ini, bisa dikatakan bahwa, negara Indonesia mempunyai prevalensi nyeri rematik yang cukup tinggi dimana keadaan seperti ini
dapat menurunkan produktivitas negara akibat daripada keterbatasan fungsi fisik penderita yang mengefek kualitas hidupnya.
Keterbatasan fungsi fisik adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat atau mengalami kesukaran untuk melakukan aktivitas hariannya (AHRQ). Keterbatasan fungsi fisik yang sering terjadi pada penderita rematik adalah pada hal-hal seperti berjalan 1 atau 2 kilometer, menaik 1 atau 2 tangga, mandi & mengeringkan tubuh dan lain-lain lagi. Pada penderita rematik, keseimbangan antara istirahat dan olahraga menjadi sangat penting untuk mempertahankan kondisi fungsi fisik yang optimal. Kondisi fungsi fisik penderita rematik seharusnya dinilai dengan menghitung skor kuesioner yang diisi oleh pasien sebelum memasuki ruang pemeriksaan pada setiap kunjungan. Walau bagaimanapun, kebanyakkan ahli rematologi tidak melakukan hal ini akibat daripada kesibukkan praktek rematologi klinis. (Bruce, B., et al., 2009)

Menurut Pincus dan Tugwell (2007), pengamatan dalam perawatan klinis oleh seorang individu atau satu kelompok kecil dokter dalam permulaan penyakit rematik, dapat menunjukkan disabilitas kerja dan mortalitas prematur, ketiadaan remisi jangka panjang dan status pasien yang lebih baik. Laporan dari perawatan klinis standar adalah sangat tinggi oleh data kuantitatif, yang dikumpul oleh calon dan digunakan untuk analisis kemudiannya untuk memberikan bukti. Maka, pendekatan paling pragmatis untuk memperkenalkan penilaian kuantitatif dalam perawatan rematologi standard adalah dengan menyuruh setiap pasien untuk mengisi kuesioner pada setiap kunjungan.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah keadaan atau kondisi fungsi fisik penderita rematik?
2.      Faktor – faktor penyebab rematik?

1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk menilai fungsi fisik pada penderita rematik di Desa Taba dang Kol
1.3.2. Tujuan Khusus
Yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
1. Mengetahui prevalensi penyakit rematik di Desa Taba dang Kol Kecamatan Hulu Palik
2. Mengidentifikasi karakteristik penyakit rematik (sendi-sendi yang terlibat, manifestasi klinis, kondisi yang memperburuk penyakit dan fungsi fisik masyarakat).

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:
1. Dapat memberikan pengalaman, pengetahuan dan informasi yang lebih mendalam tentang penyakit rematik.
2. Diharapkan pihak responden dapat mengetahui keadaan atau kondisi fungsi fisik akibat penyakit yang diderita.
3. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya tentang penyakit rematik.
4. Diharapkan dapat membantu dalam penanganan dan peningkatan kondisi fisik masyarakat Taba Padang Kol.

1.5 Ruang Lingkup
Seluruh masyarakat Desa Taba Padang Kol Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara yang menderita maupun yang belum menderita rematik.
 

Kamis, 31 Oktober 2013





Senyum dan tak merasa terbebani dengan fikiran
Fakta membuktikan bahwa selalu senyum membuat perubahan kulit bahkan mimik wajah menjadi lebih muda dan tampak fresh, temen saya sendiri yang menjadi faktanya.
beliau selalu tersenyum dan tak merasa terbebani ketika ada suatu masalah yang datang dia hanya senyum sambil mencari solusi untuk memecahkan masalah yang terkadang merasa berat menurut temen- temen saya yang lain, beliau pun tampak lebih muda dari temen- temen sebayanya dan ketika saat berkenalan dengan dengan temen saya pun,temen itu sempe tanya “masih kelas berapa dek??” waduhhh ujar saya,, saya pun menjawab “ini ma temen seumuran kita!!” temen saya pun kaget jika beliau sebayanya.
          Maka dari itu untuk temen – temen yang sudah membaca arikel ini jika pada awalnya cepet marah jangan cepet marah – marah lagi deh, lagian juga gak ada guna kalii kita marah- marah cuman buang – buang energi aja tu.
          Dan yang satu ini juga dari kisah nyata dari paman saya sendiri, beliau sekarang berumur ± 50 tahun, namun rambut beliau belum ada tumbuh uban hanya saja ada satu uban di kumisnya, Ketika saya tanya kepada beliau “Rambut paman kok blum ada uban ya?” beliau menjawab “iah karena paman dari dulu tuh gak pernah memikirkan suatu masalah yang berat menjadi berat,namun suatu masalah yang berat itu pasti ada penyelesaiannya,jadi santai aja jika paman ada masalah” yah saya juga keheran-heranan dengan beliau,namun di sisi lain saya bisa dapet pelajaran dari beliau bahwa sanya senyum dan tak merasa terbebani dalam suaatu masalah suatu cara alami untuk menanggulangi penuaan dini maupun tumbuh uban lebih cepat. nah itulah peljaran yang saya dapet dari paman dan teman saya sendiri yang bisa menjadi referensi bagi teman2 yang share blog ini, terimakasih ��